Pemuda yang Berinformasi
Sudah 12 tahun bangsa Indonesia merasakan reformasi. Sudah
banyak perubahan-perubahan yang terjadi. Sudah banyak pula pola-pola pemikiran
yang berubah. Paradigma tentang kebangkitan nasional pun sudah banyak versinya,
pada khususnya pemuda-pemudi Indonesia yang kini sudah banyak memiliki asupan
ilmu pengetahuan yang lebih modern, menjadikan mereka dapat diandalkan sebagai
calon-calon pergerakan bangsa di masa modern ini.
Pemuda yang kini menjadi ujung tombak dalam melakukan
pengkontrolan terhadap pemerintah sudah mulai banyak yang tersadar akan
pentingnya keikutsertaan dalam penyelenggaraan pemerintah. Keikutsertaan dalam
melakukan kewaspadaan atas berbagai kebijakan pemerintah. Kesadaran ini membuka
peluang para pemuda untuk terus bangkit menuju keadaan yang lebih positif lagi.
Sebut saja kebangkitan dalam hal informasi.
Awal mula reformasi mulai dicetuskan undang-undang yang
mengangkat adanya keterbukaan dalam hal informasi, yaitu UU No.40 tahun 1999
tentang Pers. Kebangkitan ini didukung lagi dengan adanya UU Penyiaran No.32
tahun 2002, dan yang terakhir ini yaitu adanya UU No.14 tahun 2008 tentang
Keterbukaan Informasi Publik yang kemarin efektif tanggal 1 Mei 2010. Bekal
ketiga undang-undang tersebut dapat memicu semangat kita dalam membangkitkan
Indonesia dengan cara melakukan kontrol terhadap kinerja pemerintahan melalui
informasi-informasi yang disediakan media maupun lembaga itu sendiri.
Transparansi informasi dalam menuju kebangkitan nasional
yang lebih baik adalah elemen yang penting, terutama dalam menyokong sebuah
integritas pemerintah dan masyarakat untuk menyongsong hari depan yang lebih
baik.
Transparansi informasi menjadi hal yang penting saat ini
disebabkan adanya trouma akan pemerintahan yang dulu, dalam hal keterbukaan
informasi. Untuk itu diharapkan dengan adanya transparansi informasi ini dapat
membuka jalan yang mudah untuk pemuda melakukan kebangkitan nasionalnya, karena
transparansi ini membuat pemuda lebih mudah leluasa dalam melakukan
watching/pengkontrolan terhadap fenomena di pemerintahan.
Selain transparansi informasi yang diperhatikan, diperlukan
juga sebuah dukungan dan aktualisasi pemuda dalam kebangkitan nasional ini.
Pemuda dipilih menjadi hal yang penting karena masa depan negara ini akan
bergantung pada tangan para pemuda Indonesia. Maka dukungan para pemuda
diharapkan akan membuat sebuah pergerakan pemerintah yang lebih baik lagi
karena dengan dibudayakan sebuah budaya partisipan dapat menciptakan
kepercayaan pemerintahan di tangan pemuda Indonesia.
Kedua hal di atas akan membuat sebuah perspektif baru dalam
melihat sebuah dinamika Indonesia. Dinamika ini yang membuat sebuah pemikiran
akan kebangkitan yang baru. Kebangkitan nasional yang akan menjadikan para
pemuda lebih semangat untuk berpartisipasi kepada pemerintah dan masyarakat.
Kebangkitan ini akan dimulai dari hal yang kecil hingga hal yang besar. Mulai
dari wilayah yang paling kecil cakupannya hingga cakupan yang lebih luas lagi
dan “menularkan” semangat ke pemuda-pemuda daerah diseluruh tanah air dalam
melakukan pembangunan yang seimbang dan kokoh mesti diterjang masalah demi
masalah.
Maka dengan hal ini tidaklah lagi pemuda dicap sebagai
makhluk yang hanya melakukan kerusuhan, membuat kekacauan atau meninggikan
tingkat perselisihan, namun sebagai pemuda dianggap menjadi ikon solidaritas, tanpa
memikirkan latar budaya, agama, suku, atau ras demi terwujudnya Indonesia
bersatu, Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika.
Freddy Yakob
Dipublikasikan oleh Surat Kabar Harian Seputar Indonesia,
2011